Tumpek Landep

“TUMPEK LANDEP”

DALAM KEHIDUPAN MANUSIA BALI

Pura TapsaeBanyak orang Bali yang sering salah kaparah dalam memaknai hari raya sucinya sendiri, tapi itulah cara manusia bali dalam mensyukuri karuniaNya.

Salah satunya Hari suci Tumpek Landep yang dirayakan saban Saniscara Kliwon Wuku Landep. Tumpek Landep menjadi hari raya tumpek yang pertama dalam satu siklus pawukon. Dalam hari raya ini orang Bali mengupacarai berbagai jenis senjata, alat pertanian, perabotan rumah tangga terutama yang terbuat dari besi. Dan dalam jaman modern seperti sekarang sampai dengan mobil dan pesawat diupacarai, mungkin itu cara orang Bali dalam menghargai berbagai hal meskipun itu pada dasarnya benda mati, dan orang Bali percaya kalau kita menghargai sesuatu secara tidak langsung kita menghargai diri kita.

Secara konsepsi, menurut yang pernah saya baca dalam buku Hari Raya tumpek yang dipuja pada hari Tumpek Landep adalah Sanghyang Pasupati. Selain itu, Tumpek Landep juga sebagai pujawali Batara Siwa yang berfingsi melebur atau mamralina.

Tumpek Landep merupakan hari peringatan untuk memohon keselamatan ke hadapan Hyang Widi Wasa dalam Manifestasinya sebagai Dewa Senjata atau peralatan yang dibuat dari besi, logam, perak, emas dan sejenisya yang dipergunakan oleh manusia dalam kehidupan.

Pengharapannya tentu saja agar segala benda yang telah sangat membantu aktivitas manusia itu kian diberkahi sehingga tetap memberikan tuah, tetap memberikan manfaat bagi kerahayuan umat manusia dan dunia. Di sini juga tersirat adanya ungkapan terima kasih manusia Bali terhadap berbagai jenis benda atau alat-alat produksi tersebut.

Beginilah memang cara tradisional manusia bali menghargai keberadaan teknologi. Kendati pun secara fisik yang tampak adalah pemberian sesajen kepada senjata pusaka atau alat-alat produksi, secara esensi sejatinya sebagai pernyataan syukur dan penghargaan karena segala teknologi itu telah membantu manusia dalam menjalani hidup dan penghidupannya.

Tetua-tetua Bali di masa lalu tampaknya amat menyadari betapa pentingnya peranan teknologi. Teknologi yang membuat manusia bisa menaklukkan berbagai kesulitan-kesulitan dalam hidup. Teknologi pula yang menempatkan manusia meningkatkan taraf hidupnya.

Bila makna ini yang ditangkap, semestinya manusia Bali tidak hanya berhenti dengan ritual pengharapan agar segala senjata bertambah tajam atau alat-alat produksi tetap memberikann manfaat. Akan tetapi, mesti secara kreatif pula mengejar pencapaian teknologi yang bisa membantu manusia Bali sendiri meraih kesejahtraan hidupnya.

Itu berarti manusia Bali mesti mengedepankan logika, olah piker. Pesan ini pula yang disiratkan dari perayaan hari Tumpek Landep. Agar manusia tiada henti mengasah ketajaman pikirannya sehingga tercapai kecemerlangan budi.

Dalam buku Ajaran Agama Hindu : Acara Agama (Yayasan Dharma Acarya, 2003) kata landep berarti ‘tajam’ atau ‘ketajaman’. Dengan demikian hari suci Tumpek Landep adalah peringatan turunnya manifestasi Sanghyang Widhi Wasa ke dunia dengan prabawa Shanghyang Pasupati untuk menganugrahkan intelegensia (IQ) kepada semua mahluk di dunia.

Barang kali itulah tumpek landep jatuh dua peken setelah hari suci Saraswati yang dimaknai sebagai hari pemuliaan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan membuat manusia bisa mencapai kecerdasan, ketajaman logika juga kebijaksanaan.

Dalam sumber-sumber susastra agama dikenal istilah landeping idep (Ketajaman Kesadaran Diri). Ketajaman Kesadaran Diri itulah sebagai basis internal manusia. Tanpa kecerdasan piker, emosi, maupun spirit sebagai basis internal, manusia tak bakal sanggup mengakui apalagi menerima kekayaan keragaman.

Karena itu, kebiasaan manusia Bali yang sedikit-sedikit mengaitkan sesuatu dengan klenik atau tahayul semestinya diimbangi dengan olah piker, pal nalah dan oleh logika. Selain membuat manusia Bali sendiri irasional, juga tiada jarang menyesatkan. Ketersesatan pikiran sudah jelas-jelas dianjurkan untuk dijauhi oleh susastra-susastra adiluhur warisan leluhur.

Hanya dengan ketajaman piker dan kecerdasan budi, manusia Bali bisa bersaing dan akhirnya menjadi pemenang. Terutama sekali bersaing di tanah kelahiran sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: