KUKUH PADA TUJUAN TAPI BODOH DALAM BERTINDAK

KUKUH PADA TUJUAN

TAPI

BODOH DALAM BERTINDAK

Disebuah desa terpencil di pulau yang tidak terlalu besar bila dilihat dari peta dunia, hiduplah sekelompok masyarakat yang kukuh memegang adat dan ajaran Agama. Dan di pimpin oleh seorang kepala suku, sudah menjadi kebiasaan bagi Kepala suku tersebut untuk selalu duduk didepan dimanapun itu, karena bagi dia adalah suatu kehormatan jika seseorang bisa berada paling depan.

Pada suatu ketika sang Kepala Suku harus pergi ke Jakarta dengan menaiki pesawat terbang dia beli tiket dengan tujuan ketempat tersebut. Sesampainya di bandara di langsung menaiki pesawat tersebut dan duduk di depan di kelas Bisnis, sedangkan tiket yang dia punyai adalah tiket untuk kelas ekonomi yang tempat duduknya dibelakang. karena dia menganggap bahwa tempat duduk itulah yang paling terhormat baginya karena posisi tempat duduk itu berada paling depan.

Segala cara telah dilakukan oleh pramigari untuk membujuk sang Kepala Suku untuk mau daduk di tempatnya yaitu di kelas ekonimi di belakang, tetapi kepala suku tersebut tetap bersikukuh untuk duduk di depan yang mana tempat duduk tersebut merupakan tempat orang lain. Sampai-sampai kebrangkatan pesawat itu tertunda, sehingga menggugah seorang penumpang untuk membujuk sang Kepala Suku dan kebetulan penumpang itu berasal dari suku yang sama.

Penumpang tersebut hanya bilang pada Kepala Suku bahwa kursi yang ada di depan tersebut turunnya di Surabaya dan kursi yang di belakang baru nanti akan turun di Jakarta. Akhirnya sang Kepala Suku mau pindah kebelakang, itu karena dia hanya percaya orang yang satu suku sama dia dan yang paling penting adalah karena kebodohan dari Kepala Suku tersebut.

Sang Kepala Suku sama sekali tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dia Cuma mengganggap bahwa hanya dirinyalah yang paling benar dalam bertindak untuk mencapai tujuannya, dan dia juga tidak sadar bahwa seharusnya dia sudah sampai pada tujuannya lebih awal kalau saja egonya bisa dikontrol. senja1

Jadi kesimpulannya adalah jika kita ingin cepat mencapai tujuan jangan pernah pelihara egoismu, kebodohanmu dan jangan pernah mengambil tempat orang lain (karma orang lain) karena kamu sudah mempunyai tempat (karma) sendiri dan lakukan karmamu sebaik mungkin dan jangan pernah mengharpkan hasil dari karma tersebut. Tanpa kamu harappun hasil (pahala) dari karmamu itu pasti akan kamu dapatkan sesuai dengan karmamu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: